Februari 20, 2008
buat teman2 yang berminat..ada info nih :
Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dan penuh dinamika. Berawal dari tahun 1926,
diproduksi film Loetoeng Kasaroeng yang merupakan film bisu pertama di Indonesia. Sepanjang perjalanannya sampai saat ini, perkembangan perfilman di Indonesia telah mengalami masa-masa jaya dan masa-masa surut.
Hal ini tidak dapat lepas dari dinamika berbagai aspek yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia, karena film sebagai karya seni merupakan cerminan diri dari masyarakatnya. Berdasarkan hal itu, maka film-film yang pernah diproduksi di Indonesia beserta semua informasi yang berkaitan dengannya perlu dilestarikan. Karena film merupakan dokumen yang berharga dan sumber pembelajaran masyarakat.Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dan dalam rangka Hari Perfilman yang ke-38 tanggal 30 Maret
2008, Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Sinematek Indonesia mengadakan lomba penulisan essai tentang pelestarian film Indonesia. <<baca selengkapnya>> Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
INFORMASI |
Permalink
Ditulis oleh tjlatjap
Januari 9, 2008
Tjlatjapan Poetry Forum, dalam upaya menggali pemikiran dari para penyair yang aktif berkarya bertempat di rumah penyair Badruddin Emce, Jalan Kendeng Nomor 39, Kroya, Cilacap, pada Jumat malam 1 Juni 2007, mulai pukul 20.00 WIB telah menggelar acara bertajuk Baca Puisi Putra Serayu dengan menghadirkan penyair Teguh Trianton (Purbalingga), Nanang Anna Noor (Ajibarang) dan Faisal Kamandobat (Majenang).
Dibuka oleh aktivis “Genesis” Majenang, Mas’udi, serta dihantar pembawa acara penyair Damar Nurani (Wanareja) acara pembacaan puisi menjadi mengalir. Tampil pertama Teguh Trianton, meski baru sembuh dari kecelakaan, mampu mendedahkan dengan baik karyanya seperti Narasi Ciuman, Kamandaka, Membenci Malam, Lalu Cinta adalah Luka, Ulang Tahun Hujan, dan beberapa lagi. Selanjutnya Nanang Anna Noor, seperti ingin menghibur, berhasil mengundang tawa sebagian besar undangan, saat dengan iringan gitar melagukan karyanya berjudul Mengunyah Hingga ke Langit-langit, Anakku, Makanlah Batu, 3 dan des des des. Terakhir Faisal Kamandobat yang menurut penyair Y. Jaka Cahyana karya-karyanya menyerupai dongeng nina-bobo, cenderung tampil dingin menekan namun dengan tempo yang terjaga
& Komentar |
BERITA TERBARU |
Permalink
Ditulis oleh tjlatjap