SMPN3 Wanareja bermesraan dengan SASTRA

Sore itu, lepas dari pukul 17.00wib alunan musik sudah terdengar dari halaman sekolah SMPN3 Majingklak – Wanareja. Panggung dengan hiasan taman telah berdiri lengkap dengan sound system yang mewah. Ya…saat itu memang sedang terjadi hajat besar bagi SMPN3 Wanareja, dalam merayakan Ulang Tahunnya yang ke 2. ( baca selengkapnya )

Suara Adzan Maghrib pun terdengar, seakan mengajak para tamu yang hadir untuk berjamaah bersama. Begitu juga para penyair yang saat itu sudah berada di tempat.

DIES NATALIS ke2 SMPN3 Wanareja menghadirkan nuansa yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, digelarlah SARASEHAN APRESIASI SASTRA CILACAP. Yang menghadirkan para penyair yang prakarsai oleh Tjlatjapan Poetry Forum. Nuryanto, selaku kepala sekolah menjelaskan “Selain kami ingin membuat acara yang lain dari pada yang lain, Acara ini digelar untuk mempertemukan secara langsung para penyair dengan masyarakat Wanareja”

Dalam sarasehan ini, Para penyair membacakan puisi di atas panggung, sembari mengupas seluruh aspek tentang sastra dalam perkembangannya.

Hadir dalam sarasehan ini, Badruddin Emce, Faisal Kamandobat, Imam Hamidi, Udin, Alvian H, Rudi, Masngudi, Hizi, selaku penyair, serta Yogi S dan Haryadi selaku Wartawan. Sedangkan Bambang HS selaku moderator.

Obrolan tentang sastra berlangsung cukup panjang, masing masing menjelaskan dari sudut pandang yang berbeda. Tentang pemahaman sastra di sekolah yang kian lama kian susut tanpa ada sentuhan dan kepedulian dari pihak terkait. Sampai pada perkembangan sastra dari masa ke masa.

Tingkat apresiasi masyarakat terhadap puisipun dikatakan sangat tipis. Seperti yang diungkapkan oleh Faisal Kamandobat yang baru saja pulang dari Surabaya, mengupas bukunya Alangkah tolol patung iniSaya sendiri mencoba membuat kata-kata yang ringan dan mudah dipahami, tapi terkadang, yang membaca itu tidak begitu paham. Atau memang tingkat pemahaman masyarakat Indonesia ini sangat rendah?” Dalam puisi yang dibuatnya, Icol (sebutan untuk Faisal Kamandobat) menjelaskan bahwa puisi yang dibuatnya ringan untuk dibaca.Meski dengan bahasa yang puitis, tapi logis dan semuanya itu ilmiah. “Sungai melahirkan sungai …bener, sungai beranak sungai, pohon melahirkan pohonan, bener..tumbuh tunas-tunas baru..Manusia melahirkan kata, batu untuk pulau dilaut..Iya, pulau itu batu yang berada dilaut..Bintang untuk batu dilangit..iya bintang itu batu..lihat itu foto-foto di Discovery..bintang itu batu..semua itu logis dan realistis..Semudah itu untuk dipahami ! Tapi kenapa kadang kita melupakan hal-hal yang prinsipil, karena kita terlalu ngawang-awang, jadi sesuatu yang ringan terlupakan!!”

Sementara itu disisi lain Badruddin Emce memberikan pengertian tentang penulisan puisi dalam kerangka membingkai masa. Dimana sesuatu yang sangat penting itu harus tertulis sebagai catatan yang tidak dapat diganggu gugat. Badruddin sendiri bercerita tentang puisi yang mengangkat tentang kelokalan. Dimana segala sesuatu yang ia tulis dulu tidak ia jumpai lagi sekarang. Tentang bagaimana suasana saat ia berada di stasiun Kroya, tentang bagaimana keadaan pantai teluk penyu dengan binatang sucinya..Tentang masa-masa yang dahulu yang tidak lagi dijumpai.

Banyak pertanyaan yang muncul dari peserta sarasehan yang sebagian besar adalah guru.

Tak mau kalah pula, para siswa-siswi SMPN3 wanareja pun turut membacakan puisi di atas panggung.

Waktu semakin larut. Obrolan malam itu diakhiri tepat pukul 22.38wib, dan dilanjutkan dengan acara santai sembari menikmati film-film pendek suguhan dari komunitas Sangkanparan Cilacap.

Pemutaran film pada malam itu sekaligus menutup rangkaian DIES NATALIS SMPN3 Wanareja.(insan)

7 Tanggapan ke “SMPN3 Wanareja bermesraan dengan SASTRA”

  1. tjlatjap Berkata:

    Silahkan buat kawan2 yang punya berita, bisa segera kirimkan ke sini..via emaiku juga boleh !!! tertanda INSAN – admin

  2. Insan Berkata:

    UNTUK MENINGGALKAN KOMENTAR SILAHKAN ISI BOX DIBAWAH INI..ISILAH NAMA , EMAIL dan tinggalkan KOMENTAR ANDA..(Hanya komentar yang baik dan tidak mengandung unsur porno/sara akan termuat)

  3. Badruddin Emce Berkata:

    Pencinta seni dan sastra yang mulya. Akhir Agustus 2008, teman-teman Forum Bunga (Budaya Ngaji/Ngaos) Doplang, Adipala juga akan menggelar acara sastra. Membedah karya Dharmadi. Beberapa pembicara kemungkinan siap jadi pembahas. Ada Faisal Kamandobat. Wuyung (masih konfirmasi). Semuanya kampiun di bidang telaah puisi. Acara terbuka untuk umum, yang penting tidak bawa truk (Jalannya kecil sih)

  4. WINA Berkata:

    CILACAP HEBAT TUH. AKU DI JAKARTA JADI KANGEN SAMA TEMAN TEMAN DI BANYUMASAN. ADA PAK DHARMADI DAN NANANG ANNA NOOR YANG EDAN

  5. ROSE Berkata:

    EH KLUB FIKSIMIXI NGUNDANG BANYUMAS LAGI YA. KEMARIN NANANG SEKARNG GEMANA KALO BADRUN UDIN EMCE

  6. Badruddin Emce Berkata:

    Kami dari Tjlatjapan Poetry Forum (ada IH Anatasalam, Faisal Kamandobat, Alfiyan Harfi, Daryono Yunani, Rudiana Ade Ginanjar, Irfan Zaki Ibrahim, Bait Mutaqin, Hizi Firmansyah, Badruddin Emce dan beberapa lagi) siap kerjasama dengan klub Fixsimixi. Diharap undangan jauh sebelumnya sudah kami terima. Kirim saja ke Badruddin Emce, Jl. Kendeng 39, Kroya, Cilacap 53282. Salam budaya untuk teman-teman di fiksimixi. Kreatif selalu menjadi manusia Indonesia.

  7. bocroy Berkata:

    Hai, Cilacap sepi temen. Endi karyane pada. Serbuuuuuu….!

Tinggalkan Balasan